DPC PDIP Perjuangan Kota Cirebon Perkuat Nilai Nasionalisme Melalui Haul Bung Karno 2026
Acara diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati, didampingi Sekretaris DPC, Cicip Awaludin. Dalam sambutannya, Fitria menegaskan bahwa peringatan Haul Bung Karno bukan sekadar mengenang sosok Proklamator Republik Indonesia, melainkan juga menjadi momentum untuk mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan keberpihakan kepada rakyat sebagaimana yang diwariskan Bung Karno.
“Semangat Bung Karno harus terus hidup di tengah masyarakat. Nilai gotong royong, persatuan, dan keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Fitria Pamungkaswati.
Pada sesi utama, mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Edi Suripno, S.IP., menyampaikan pemaparan mendalam mengenai nilai-nilai ideologi serta semangat juang Bung Karno. Ia mengulas pentingnya memahami Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di era modern.
Menurut Edi Suripno, S.IP., pemikiran Bung Karno tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam menjaga persatuan nasional, memperkuat kemandirian bangsa, dan membangun karakter masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Sementara itu, pemaparan mengenai situasi dan kondisi politik terkini disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), Muhamad Riyadhul Jannah, yang lebih dikenal dengan sapaan Abah Yayat. Dalam paparannya, ia menyoroti dinamika politik nasional maupun daerah serta pentingnya menjaga stabilitas demokrasi yang berlandaskan kepentingan rakyat.
Abah Yayat menegaskan bahwa pendidikan politik yang sehat harus terus diberikan kepada masyarakat agar demokrasi tidak kehilangan arah dan tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa.
Kegiatan Haul Bung Karno dan Diskusi Kebangsaan ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, refleksi, serta semangat persatuan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ideologi Pancasila, merawat nilai-nilai perjuangan Bung Karno, dan mengokohkan semangat kebangsaan di tengah perkembangan zaman. Momentum Bulan Bung Karno 2026 sendiri menjadi ruang refleksi untuk terus menghidupkan ajaran serta semangat perjuangan Sang Proklamator dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(Eka)

