Banjir Sumatra dan Mega Skandal Morowali: Puncak Distorsi Tata Kelola Negara, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed.: “Di Jepang, Pejabat Terkait Mundur”
Jakarta, 7 Desember 2025 — Banjir bandang yang meluluhlantakkan Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, serta terkuaknya “negara dalam negara” di kawasan industri Morowali, menjadi titik kulminasi kerusakan tata kelola Indonesia, puncak kotak pandora negeri ini. Menurut dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., Presiden Kawulo Alit Indonesia, kedua peristiwa ini adalah “fenotipe dari robeknya kedaulatan negara dan runtuhnya ekologi akibat pembiaran ilegal mining, ilegal logging, dan ilegal sawit selama puluhan tahun.” “Negeri ini memang rawan bencana dan ada cuaca ekstrem itu nyata. Namun akar masalahnya adalah "titik nadir" kerusakan lingkungan yang dibiarkan bertahun-tahun. Inilah yang membuat banjir bandang Sumatra kali ini lebih parah dari tragedi tsunami Aceh 2004,” ujar dokter ahli imunologi lulusan FK Unibraw dan FKUI tersebut. Mega Skandal Morowali: Luka Terbuka Kedaulatan Negara dr. Ali juga menyoroti keberadaan Bandara PT IMIP di Morowali yang beroperasi tanpa kendali apara...