Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan monetag 1

Bukan Jenderal Biasa! Inilah Letjen Mohammad Fadjar, Pakar Intelijen Lulusan Australia yang Kini Resmi Jabat Pangkostrad!

15 Maret 2026 | 02:07 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-14T19:07:46Z


Dunia militer Indonesia kembali diperkuat oleh sosok pemimpin yang tidak hanya tangguh di medan operasi, tetapi juga tajam secara intelektual. Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, perwira tinggi lulusan Akademi Militer 1993, kini resmi mengemban amanah sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Penunjukan ini menegaskan posisi Fadjar sebagai salah satu jenderal paling potensial di generasinya, membawa angin segar bagi kesiapan tempur dan strategi pertahanan Indonesia.

Jenderal Berotak Intelijen Strategis
Apa yang membuat Letjen Mohammad Fadjar berbeda? Jawabannya terletak pada rekam jejak akademisnya yang mentereng. Di balik baret merah Kopassus-nya, ia adalah penyandang gelar Master (S-2) di bidang Policing, Intelligence and Counter-Terrorism dari Macquarie University, Sydney, Australia.

Keahliannya dalam menganalisis pola terorisme dan intelijen internasional menjadikannya sosok "Jenderal Intelektual" yang mampu membaca dinamika geopolitik global dengan sangat presisi. Ini bukan sekadar teori, melainkan senjata strategis yang ia bawa ke puncak komando Kostrad.

Rekam Jejak "Ring Satu" dan Operasi Tempur
Karier Letjen Fadjar adalah perpaduan antara pengalaman tempur yang keras dan posisi kepercayaan tingkat tinggi. Ia tercatat pernah terjun langsung dalam operasi militer di Timor Timur, yang menempa nyali dan kepemimpinannya di lapangan.

Ketangguhannya ini kemudian membawanya ke lingkaran terdekat kekuasaan. Pada tahun 2015-2016, ia dipercaya menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo. Posisi strategis ini memberinya pemahaman mendalam mengenai manajemen keamanan nasional dan koordinasi tingkat tinggi antar-lembaga negara.

Darah Juang dan Keluarga Jenderal
Darah prajurit mengalir kental dalam dirinya. Ia adalah putra dari Brigjen TNI (Purn.) H. Bom Soerjanto, seorang tokoh militer dan diplomat yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI.

Menariknya, publik juga mengenal beliau sebagai adik kandung dari sosok populer di kepolisian, Irjen Pol. Krishna Murti. Keberadaan dua bersaudara ini di posisi puncak TNI dan Polri menjadi simbol sinergitas yang kuat bagi pertahanan dan keamanan Indonesia.

⚔️ Menakhodai Pasukan Pemukul Terbesar
Sebelum menjabat Pangkostrad, Fadjar telah melewati berbagai posisi "panas", mulai dari Danrem 031/Wira Bima, Pangdam III/Siliwangi, hingga Dankodiklat TNI. Kini, di kursi Pangkostrad, ia memimpin komando cadangan strategis yang menjadi kekuatan pemukul utama TNI Angkatan Darat.

Dengan latar belakang intelijen yang kuat, Letjen Mohammad Fadjar diharapkan mampu membawa Kostrad menjadi pasukan yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam merespons ancaman modern seperti perang asimetris dan siber.


Detik wib
Al fazri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update