Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan monetag 1

Profil Jenderal (Hor) Sjafrie Sjamsoeddin: Sang "Penjaga Setia" yang Kini Memimpin Kementerian Pertahanan

27 Januari 2026 | 10:48 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-27T03:48:27Z

Jakarta _detik wib_
Nama Sjafrie Sjamsoeddin bukanlah figur baru dalam jajaran elite militer dan pertahanan Indonesia. Sosok yang dikenal memiliki perawakan tegap dan pembawaan tenang ini kini mengemban amanah besar sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia di bawah kepemimpinan sahabat karibnya, Presiden Prabowo Subianto.

Lulusan Terbaik dan Persahabatan di Lembah Tidar
Lahir di Ujungpandang pada 30 Oktober 1952, Sjafrie mewarisi darah militer dari sang ayah, Sjamsoeddin Koernia. Kecemerlangannya sudah terlihat sejak di bangku Akademi Militer (Akmil). Lulus pada tahun 1974, ia menyabet penghargaan bergengsi Adhi Makayasa (lulusan terbaik).

Di angkatan tersebut, Sjafrie tidak sendiri. Ia tumbuh bersama tokoh-tokoh besar lainnya, termasuk Ryamizard Ryacudu dan tentu saja Prabowo Subianto. Hubungan Sjafrie dan Prabowo melampaui sekadar rekan sejawat; keduanya adalah teman sekelas dan sahabat lama yang kini bersinergi di puncak pimpinan pertahanan negara.

Dari Pasukan Khusus hingga Pengawal Presiden
Karier militer Sjafrie ditempa di satuan elite Kopassus. Salah satu penugasan bersejarahnya adalah memimpin penjemputan tokoh legendaris Aceh, Teungku Daud Beureueh, pada tahun 1978. Kepercayaan negara terhadapnya pun semakin besar saat ia ditunjuk menjadi komandan grup pengawal pribadi Presiden Soeharto. Sjafrie dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan yang paling setia mendampingi penguasa Orde Baru tersebut hingga detik-detik kejatuhannya pada 1998.

Rekam Jejak Panjang di Kementerian Pertahanan
Pengabdian Sjafrie di bidang pertahanan memiliki durasi yang sangat panjang. Sebelum dilantik menjadi Menteri Pertahanan pada Oktober 2024, ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (2010–2014) mendampingi Purnomo Yusgiantoro di era SBY.

Kepercayaan Presiden Prabowo terhadapnya pun mencapai puncaknya pada 10 Agustus 2025, saat Sjafrie dianugerahi pangkat kehormatan menjadi Jenderal (Kehormatan). Pangkat bintang empat ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi dan profesionalitasnya selama puluhan tahun.

Menghadapi Badai Kontroversi
Sejarah hidup Sjafrie tak lepas dari awan mendung kontroversi. Sebagai Pangdam Jaya di masa kerusuhan Mei 1998, namanya kerap dikaitkan dengan peristiwa kelam tersebut. Ia juga sempat menghadapi penolakan visa dari Amerika Serikat pada tahun 2009 karena tuduhan keterlibatan dalam krisis di Timor Timur.

Namun, di dalam negeri, Sjafrie terus dipercaya menduduki posisi strategis, mulai dari Kapuspen TNI hingga Sekjen Departemen Pertahanan. Pihak berwenang Indonesia pun membebaskannya dari segala tuduhan resmi terkait peristiwa 1998.

Kehidupan Pribadi
Sjafrie Sjamsoeddin adalah sosok keluarga yang didampingi oleh istrinya, Etty Sudiyati. Ia merupakan kakak dari Maroef Sjamsoeddin, yang juga merupakan pensiunan jenderal TNI AU.

Kini, di pundak sang Jenderal "Adhi Makayasa" ini, kedaulatan dan modernisasi alutsista Indonesia dipertaruhkan. Sebagai Menteri Pertahanan, ia diharapkan mampu membawa visi besar Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas dan wibawa Indonesia di mata dunia.



Detik wib
Yanto


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update