Tangerang _Detik wib_
Seorang pria berbaju merah terekam kamera sedang meluapkan emosinya kepada petugas SPBU, memicu tontonan gratis bagi para pengendara lain yang sedang antre.
Pemicunya klasik yaitu motor bertangki besar (diduga modifikasi atau sejenis Suzuki Thunder) milik keponakannya ditolak petugas saat hendak mengisi BBM.
Kejadian bermula saat keponakan si pria hendak mengisi bensin, namun petugas SPBU menolak melayani.
Meski tidak dirinci, penolakan terhadap motor bertangki besar biasanya berkaitan dengan aturan pembatasan BBM bersubsidi (Pertalite) untuk mencegah penimbunan oleh oknum "pengetap".
Tidak terima keponakannya "diusir" halus, sang Paman langsung maju pasang badan dan melabrak petugas.
Puncak ketegangan terjadi saat pria tersebut mengeluarkan ancaman untuk menghentikan operasional SPBU saat itu juga.
Dengan nada tinggi, ia membawa identitas kesukuan (Madura) sebagai bentuk tekanan.
"Kalau motor saya nggak diisi, jangan diisi semua orang Madura ini. Biar sama-sama gak makan!" teriaknya.
Ia menuntut keadilan versi dirinya, yakni jika ia tidak bisa membeli bensin untuk "makan" (mencari nafkah), maka pihak SPBU juga tidak boleh berjualan agar sama-sama rugi.
Insiden di Sepatan ini mencerminkan sensitifnya isu BBM di kalangan masyarakat bawah.
Motor tangki besar seringkali menjadi alat nafkah (penjual bensin eceran), namun di sisi lain menjadi musuh aturan distribusi subsidi.
Aksi pria ini mungkin bentuk keputusasaan, meski caranya yang "menyandera" operasional SPBU jelas merugikan konsumen lain.
Detik wib
Feren
Tidak ada komentar:
Posting Komentar