Detik wib._
Mungkin kalian hanya melihat pot0ng4n video di lapangan, tapi kalian tidak tahu apa yang saya alami selama hampir 12 jam di sekolah.
Saya dis£rang secara v£rbal dengan kata-kata k4sar dan berulang kali hendak dis£rang secara f!sik.
Meski saya sudah memaafkan, keluarga saya tidak terima karena tr4um4 ini belum hilang dan hasil m£di4si di sekolah di4ngg4p tidak m£mu4skan. Kami memilih jalur h*kum ke Polda Jambi karena kami mer4sa tidak ada yang berani menj4min kes£lamatan saya saat m£diasi di sekolah.
Dimaafkan, tapi keluarga pk Agus tidak terima dan l4por ke polisi
Nasir, kakak kandung guru Agus Saputra, mengatakan sebenarnya adiknya telah menerima permintaan maaf siswanya namun Keluarga memilih jalur h*kum karena hasil m£diasi tidak m£mu4skan dan keluarga menginginkan keadilan.
Dua kali m£diasi di sekolah juga tanpa mel!batkan p!hak Agus. Agus dan keluarga tidak hadir karena tidak ada yang b£rani m£nj4min kes£lamat4nnya. Bahkan usai m£diasi ber£dar lagi narasi yang meny*dutkan adiknya.
Belum lagi r4sa tr4um4 Agus juga belum hil5ng, mengingat di hari kej4dian p£ngeroy0k4n, hampir 12 jam ia di sekolah, dis£rang secara v£rbal dengan kata-kata k4sar dan hendak dis£rang fis!k b£rul4ng-ul4ng, seperti terl!hat di video yang kini banyak ber£dar.
"Jadi kita sekeluarga memilih l4por ke Polda Jambi untuk mencari ke4dilan," lanjut Nasir.
Detik wib
Ferren
Tidak ada komentar:
Posting Komentar