Begal Pistol Beraksi di Panjibuwono City Babelan, Warga Keluhkan Minim CCTV dan Patroli Security
0 menit baca
Bekasi, Aksi kriminalitas bersenjata api kembali meneror kawasan Perumahan Panjibuwono City, Babelan, Kabupaten Bekasi. Dua remaja menjadi korban pembegalan dengan modus todong pistol, Rabu pagi, 7 Oktober 2026.
Korban diketahui bernama Reza Maulana (17) dan Alif Maulana (18). Saat kejadian, keduanya tengah mendorong sepeda motornya yang mengalami bocor ban di area perumahan.
Tiba-tiba, tiga orang pelaku tak dikenal menghampiri. Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku mengeluarkan senjata api dan langsung menodongkan pistol ke arah korban sambil meminta paksa telepon seluler.
Korban yang sempat menolak menyerahkan ponsel, akhirnya tak berkutik setelah pelaku meletuskan tembakan ke udara sebagai bentuk intimidasi. Dalam kondisi terancam, kedua korban akhirnya menyerahkan barang berharga miliknya.
Keributan tersebut sempat menarik perhatian warga. Seorang warga yang mengira korban sedang mengalami mogok motor, berinisiatif mendekat untuk membantu. Nahas, warga tersebut justru turut ditodong senjata api oleh pelaku sebelum ketiganya kabur melarikan diri.
Korban sempat melakukan perlawanan dengan mengejar dan melempar batu ke arah pelaku, namun ketiga pelaku berhasil lolos.
Belum Ada CCTV, Polisi dan Babinsa Turun Tangan
Penyelidikan awal mengalami kendala karena lokasi kejadian belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Laporan warga pun langsung direspon cepat oleh Polsek Babelan bersama Babinsa Koramil setempat yang langsung turun ke lokasi untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Warga Soroti Keamanan Perumahan yang Lemah
Insiden ini memicu keresahan luas di kalangan penghuni. Warga dari berbagai klaster seperti Klaster Majapahit, Brawijaya, Malioboro, Sriwedari dan Casablanca mengeluhkan lemahnya sistem pengawasan dan minimnya patroli dari pihak keamanan (security) perumahan.
Titik yang dianggap paling rawan adalah area danau depan Klaster Majapahit. Warga menyebut lokasi tersebut kerap menjadi tempat berkumpul massa hingga larut malam bahkan sampai pagi, terutama di akhir pekan. Ironisnya, area tersebut hingga kini belum pernah dipasangi CCTV dan minim pengawasan.
"Kami minta pengelola perumahan serius soal keamanan. Jangan tunggu ada korban tertembak baru dipasang CCTV. Kami butuh patroli rutin, terutama jam rawan pagi dan malam," keluh salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, kasus pembegalan bersenjata api tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Babelan. Warga berharap pelaku segera tertangkap dan sistem keamanan perumahan segera diperketat
(Madina)