Teheran,— Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei, telah diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Pengangkatan ini terjadi setelah Ayatollah Ali Khamenei gugur akibat ser4ngan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi di Teheran. Kematian Khamenei menandai akhir era kepemimpinan yang panjang dan menghadirkan perubahan signifikan dalam struktur politik Iran.
Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di Mashhad dan dibesarkan dalam lingkungan revolusioner. Dikenal sebagai ulama Syiah konservatif, ia memiliki pengaruh besar di balik layar sebagai pengelola kantor ayahnya dan penasihat utama. Hubungannya yang dekat dengan pasukan elit Garda Revolusi Iran (IRGC) menambah kekuatan politiknya. Mojtaba memiliki pengalaman militer dengan keterlibatan dalam IRGC selama perang Iran-Irak dan perannya dalam menekan protes pasca-pemilu 2009.
Ia di tetapkan meskipun belum mencapai pangkat Ayatollah yang tinggi secara akademis yang Hal ini kerap menjadi perdebatan mengenai legitimasi keagamaannya. Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi terjadi dalam masa transisi darurat, melalui proses suksesi resmi yang melibatkan Majelis Ahli Iran. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan regional dan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan stabilitas politik negara ini.
Detik wib
Yanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar