Kalimantan Timur – Proyek ambisius bernama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara kini berubah wajah. Bukan lagi jadi simbol kemajuan, melainkan "monumen mangkrak" yang justru ramai dikunjungi wisatawan.
Alih-alih berdiri megah dengan gedung-gedung pemerintahan, kawasan IKN hari ini lebih mirip museum terbuka tentang bagaimana uang rakyat triliunan rupiah bisa hilang tanpa hasil yang nyata.
Sejumlah warga datang untuk sekadar berfoto, lalu mengunggahnya ke media sosial dengan caption pedas: "Inilah ibu kota masa depan—masa depan yang tak kunjung datang."
"Kalau begini, mungkin lebih tepat disebut Ibu Kota Wisata Mangkrak," ujar seorang pengunjung sambil tertawa getir.
Sindiran publik semakin tajam. Dari jalan yang belum tuntas, gedung yang belum rampung, hingga janji-janji manis pejabat yang semakin hambar. Proyek yang digadang sebagai legacy pemerintah, kini lebih sering jadi bahan candaan rakyat.
Para pengamat menilai, fenomena ini menunjukkan betapa jauhnya jarak antara klaim pemerintah dan kenyataan di lapangan. "IKN seolah bukan dibangun untuk rakyat, melainkan untuk kepentingan segelintir elit. Begitu mandek, rakyatlah yang akhirnya menjadikannya bahan hiburan," ujar seorang analis politik.
Sementara itu, wisatawan terus berdatangan. Ironisnya, kawasan yang dimaksudkan untuk memindahkan pusat pemerintahan, kini lebih ramai dikunjungi sebagai destinasi pariwisata dadakan: wisata proyek mangkrak hasil dari keserakahan pejabat.